STORY KEJAKSAAN - Pelaksanaan Lelang Serentak Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI yang digelar di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menuai sukses. Besarnya antusiasme masyarakat membuat nilai limit dari objek lelang yang digelar di Gedung Barang Bukti Jatirejo, Mojokerto melampaui target.
Mengutip laman resmi Kejati Jatim, pelaksanaan lelang serentak Barang Rampasan Negara yang dimulai pada Selasa, 11 Agustus 2026 lalu berlangsung dalam suasana kompetitif dengan antusias langsung terasa pada hari pertama pelaksanaan lelang.
Dalam pelaksanaan lelang hari pertama tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar Affandi, S.H., M.H., didampingi Wakajati Luhur Istighfar, S.H., M.Hum., beserta jajaran Pejabat Utama meninjau langsung jalannya proses pelelangan.
Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Jatim, Arik Hariyono,Vice President Bank Mandiri Jatim Suharyanto, para Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) se-Jawa Timur, serta Kepala Seksi Barang Bukti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) wilayah Surabaya Raya dan Malang.
Antusiasme peserta yang tinggi sejak awal pelaksanaan terlihat dari proses transisi dari masa pameran menuju tahap penawaran terbukti mampu mendorong minat masyarakat untuk ikut serta dalam proses lelang secara aktif.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan mengikuti proses lelang. Harapannya, seluruh objek lelang yang ditawarkan dapat laku terjual dengan nilai yang optimal,”ujar Kajati Jatim.
Berdasarkan data perolehan sementara pelaksanaan lelang hingga Selasa (11/8/2026), tercatat 846 peserta mengikuti proses bidding untuk memperebutkan total 275 lot yang dilelang se-Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 lot berhasil terjual.
Dari 76 lot yang terjual tersebut, nilai limit awal ditetapkan sebesar Rp3.877.250.668 berhasil terlampaui dengan total penawaran atau harga terjual mencapai Rp4.152.480.301.
Dengan demikian, pelaksanaan lelang hingga hari kedua telah mencatat surplus sebesar Rp275.229.633 atau naik 7,10 persen dibanding nilai limit yang ditetapkan.
Kenaikan tertinggi terjadi pada sesi kemarin ketika 715 peserta bersaing memperebutkan 67 lot dan menghasilkan penjualan lebih dari Rp3,66 miliar dengan kenaikan harga 6,21 persen.
Sementara itu, total capaian lelang hari pertama mencapai Rp4,15 miliar dan masih berpotensi meningkat atau bertambah karena pelaksanaan lelang serentak barang rampasan negara akan berlangsung hingga Jumat, 14 Agustus 2026.
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id