STORY KEJAKSAAN - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Sila H. Pulungan, mengapresiasi inovasi digital yang dikembangkan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar. Di saat bersamaan, Kajati juga memperingatkan agar jajarannya menjauhi praktik transaksional dalam penanganan perkara.
Arahan tersebut disampaikan Kajati Sulsel saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kejari Kepulauan Selayar pada Senin, 8 Juni 2026. Kunjungan ini turut didampingi Asisten Pembinaan (Asbin) Abdillah, Asisten Pengawasan (Aswas) Edy Hartoyo, serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulsel, Oyes Sila Pulungan.
Kedatangan rombongan pimpinan Kejati Sulsel disambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar, Fandie Hasibuan, bersama seluruh jajaran pegawai.
Dalam laporannya, Kajari Kepulauan Selayar memaparkan kekuatan personel yang saat ini didukung oleh 11 orang jaksa dan 31 pegawai tata usaha. Sementara dalam hal pengelolaan anggaran tahun 2026, Kejari Selayar melaporkan realisasi yang telah tercapai sebesar 45 persen dari total pagu Rp5,97 miliar.
Kajari Selayar juga melaporkan pencapaian institusinya yang berhasil memperoleh hibah tanah untuk pembangunan mess pegawai dan rumah dinas kepala seksi. Tidak hanya itu, Kejari Selayar juga tengah menjalankan inovasi peta kerawanan digital wilayah dan Sistem Informasi Administrasi Lelang untuk otomatisasi dokumen.
Kajati Sulsel dalam amanatnya menjelaskan bahwa kunjungannya di awal masa jabatan ini bertujuan memetakan kondisi riil wilayah sekaligus meneruskan amanat langsung dari Jaksa Agung.
"Saya tegaskan kepada seluruh jajaran agar tidak ada lagi praktik transaksional dalam penanganan perkara. Patuhi dan pelajari setiap aturan atau SOP yang baru, serta tetap jaga dan rawat sarana aset yang sudah ada meskipun ini bangunan kantor lama," tegas Dr. Sila H. Pulungan.
Kajati Sulsel juga menyoroti pentingnya tata kelola arsip yang modern. Beliau menginstruksikan jajaran Kejari Selayar untuk menggandeng ahli arsip dari pemerintah daerah maupun Kejaksaan Agung guna mempercepat digitalisasi serta penataan ruangan arsip perkara.
Apresiasi khusus juga diberikan Kajati atas inovasi digital yang dikembangkan Kejari Selayar. "Inovasinya sudah sangat bagus. Silakan dilanjutkan untuk terus mempermudah administrasi dan pekerjaan penegakan hukum," puji Dr. Sila H. Pulungan.
Melengkapi arahan pimpinan, Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Abdillah, meminta peningkatan disiplin administrasi kepegawaian. Meski kepatuhan pengisian aplikasi MySimkari dinilai sudah baik, ia mengingatkan masih ada pegawai yang belum memasukkan data primer, serta meminta agar pengusulan penghapusan Barang Milik Negara (BMN) yang lama segera dilakukan dengan kualitas pelaporan yang lebih baik.
Sebagai penutup, Asisten Pengawasan, Edy Hartoyo, memaparkan hasil evaluasi inspeksi tahun 2025 yang harus segera ditindaklanjuti. Catatan pembenahan tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan perpustakaan, pemusnahan BMN, pengaktifan posko pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta konsistensi pembenahan arsip digital.
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id