Better experience in portrait mode.

STORY KEJAKSAAN - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi digitalisasi pendidikan terkait pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan seluruh dalil pembelaan atau pledoi yang diajukan oleh kubu terdakwa Nadiem Makariem runtuh berdasarkan fakta formil dan material yang telah terbukti secara sah sepanjang persidangan.

Penegasan itu disampaikan JPU Corneles Geeb Paulus saat memberikan keterangan usai persidangan dengan agenda Replik Penuntut Umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026.

Terdakwa Nadiem Makarim saat menghadiri persidangan perkara Korupsi Chromebook di Kemendikbudristek

Dalam persidangan itu, JPU memperkuat adanya niat jahat (mens rea), kesengajaan, serta modus pengkondisian dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi digitalisasi pendidikan terkait pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.

“Mengenai fakta formil, unsur mens rea dan kesengajaan dari terdakwa terlihat sangat nyata sejak awal perumusan kebijakan. Pada rapat tertutup Mei 2020, Nadiem secara tegas memberikan instruksi untuk melanjutkan pengadaan digitalisasi menggunakan Chromebook dengan mengatakan "go ahead with Chromebook"
ujar JPU.

Puspenkum Kejagung

Menurut JPU, perintah yang disampaikan ini tetap dipaksakan meskipun Nadiem sudah mengetahui bahwa jajaran PNS hingga direktur di kementeriannya secara jelas menolak penggunaan Chromebook tersebut. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk kesengajaan untuk melanggar aturan dan menabrak Perpres Nomor 16 dan 18 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.  

“Instruksi tersebut kemudian dipertegas kembali oleh Nadiem dalam acara Halal-Bihalal pasca-pelantikan Direktur SMP dan Direktur SD, yang selanjutnya diejawantahkan serta dilaksanakan oleh Mulyatsyah dan Sri Wahyuningsih dengan mengunci spesifikasi teknis pada Chrome OS,” imbuhnya.

JPU juga menambahkan bahwa sikap tak acuh terdakwa terbukti dari keterangan saksi IBAM di persidangan. Ketika IBAM melaporkan hasil pertemuannya dengan pihak Google yang menyatakan bahwa sistem Chromebook tidak kompatibel atau tidak comply dengan sistem pendidikan yang dibangun kementerian, Nadiem justru mengabaikan peringatan tersebut dan memerintahkan IBAM untuk memercayakan saja kepada pihak Google.  

“Hal ini menjadi bukti formil yang kuat bahwa terdakwa mengetahui aturan tersebut tidak boleh dilanggar, namun tetap menghendaki agar aturan itu ditabrak,” beber JPU. 

Bukti Adanya Pemufakatan Jahat

Sementara itu dari segi fakta material, JPU berhasil membuktikan adanya mufakat jahat dan rekayasa proyek yang dirancang sejak awal tahun 2020. Pada Februari dan April 2020, Nadiem mengadakan pertemuan dengan pihak Google untuk melakukan pengkondisian agar proyek pengadaan barang dan jasa di kementerian wajib menggunakan produk mereka.

Bukti Adanya Pemufakatan Jahat

Sebagai tindak lanjut dari permufakatan tersebut, pihak Google merekomendasikan seseorang bernama Ganis Samoedra dari pihak swasta untuk berkomunikasi secara intensif dengan IBAM sebagai representasi dari pihak kementerian. Kolaborasi inilah yang menyusun kajian teknis pengadaan, di mana seluruh spesifikasi teknis termasuk device management Chrome dan Chrome OS secara murni bersumber dari Google.  

Kajian teknis ini sengaja dibuat seolah-olah sudah benar dan berjalan sesuai prosedur, padahal rekayasa tersebut dilakukan murni atas perintah Nadiem kepada IBAM berdasarkan komitmennya dengan pihak Google.  

Bantah Tidak Ada Kemahalan Harga

JPU juga menepis keras klaim pembelaan terdakwa yang menyatakan tidak ada kemahalan harga dalam proyek ini. Berdasarkan keterangan ahli dari LKPP, permufakatan jahat ini secara otomatis mematikan asas kompetisi yang menjadi prinsip utama dalam pengadaan barang dan jasa.

Bantah Tidak Ada Kemahalan Harga

“Akibat sistem operasi dikunci pada Google melalui lisensi CDM, pihak kompetitor lain sama sekali tidak mendapatkan peluang. Lebih jauh lagi, Google mengunci kerja sama dengan hanya memberikan surat dukungan kepada beberapa perusahaan atau prinsipal tertentu saja, sehingga para prinsipal tersebut dapat dengan bebas memahalkan harga sepihak tanpa takut adanya koreksi pasar,” ungkap JPU.  

Dampak dari monopoli ini dibongkar oleh ahli BPKP, di mana laptop Chromebook yang di dalam e-katalog awalnya ditayangkan oleh prinsipal seharga Rp3 juta, melonjak drastis menjadi Rp6 juta pada pengadaan pusat dan membengkak hingga Rp8 juta pada Dana Alokasi Khusus (DAK). Padahal, JPU menggarisbawahi bahwa kondisi laptop tersebut saat ini dinilai tidak bernilai tinggi. 

Di samping kerugian keuangan negara, JPU sangat menyayangkan dampak sosial yang ditimbulkan dari kebijakan yang sarat akan konflik kepentingan bisnis terdakwa dengan Google ini. Pada saat pandemi COVID-19 melanda, para peserta didik sangat membutuhkan fasilitas pembelajaran jarak jauh. Seharusnya pengadaan laptop ini diprioritaskan bagi anak-anak di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang sama sekali tidak memiliki fasilitas internet.  

Namun pada pelaksanaannya, terdakwa justru memaksakan pengadaan ini di daerah perkotaan yang masyarakat serta siswanya rata-rata sudah memiliki gadget, laptop sendiri, dan akses internet yang mapan, sehingga mengorbankan hak warga masyarakat di daerah 3T. 

Terakhir, mengenai dalil pembelaan terdakwa yang mengklaim bahwa tingkat pemanfaatan Chromebook berhasil mencapai angka 80%, JPU membongkar siasat intervensi di balik angka tersebut. 

Berdasarkan fakta persidangan yang diperoleh dari saksi meringankan, terungkap bahwa pada tahun 2023 Nadiem memanggil Iwan Syahril secara khusus dengan perintah untuk meningkatkan pemanfaatan barang.  
 

Lanjutan Sidang Replik Chromebook,  JPU Bongkar Mens Rea dan Modus Pengkondisian Nadiem  Makarim

Perintah ini justru membenarkan rentang waktu atau tempus dakwaan yang dibangun oleh JPU, yaitu bahwa pada periode tahun 2020 hingga 2022, Chromebook pengadaan tersebut memang mangkrak dan tidak dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah.  

Angka pemanfaatan baru terlihat melonjak setelah Iwan Syahril melakukan verifikasi data yang mendapati barang tersebut tidak terpakai, lalu melakukan langkah intervensi paksaan berupa pelatihan-pelatihan kepada para guru di sekolah.  
 

Kejati DI Yogyakarta Tetapkan Bekas Pegawai Bank BUMN Sebagai Tersangka Korupsi Rp6,74 Miliar, Uang Dipakai Judol
Kejati DI Yogyakarta Tetapkan Bekas Pegawai Bank BUMN Sebagai Tersangka Korupsi Rp6,74 Miliar, Uang Dipakai Judol Jumat, 06 Nov 2026 08:01 WIB

Baca Selengkapnya
Penyidik JAM PIDSUS Kembali Periksa Saksi EHL dari Kementerian ESDM Terkait Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi
Penyidik JAM PIDSUS Kembali Periksa Saksi EHL dari Kementerian ESDM Terkait Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi Kamis, 05 Nov 2026 22:01 WIB

Baca Selengkapnya
Kejagung Periksa Mantan Kepala Daerah Nunukan Inisial AL Sebagai Saksi Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Periksa Mantan Kepala Daerah Nunukan Inisial AL Sebagai Saksi Perkara Tambang Batubara PT CCM Kamis, 05 Nov 2026 21:10 WIB

Baca Selengkapnya
Dalih Butuh Biaya Berobat Orang Tua, Kejari Maluku Tengah Tetapkan 2 Mantri Bank BUMN Sebagai Tersangka Kredit Fiktif Rp4,2 Miliar
Dalih Butuh Biaya Berobat Orang Tua, Kejari Maluku Tengah Tetapkan 2 Mantri Bank BUMN Sebagai Tersangka Kredit Fiktif Rp4,2 Miliar Kamis, 05 Nov 2026 17:01 WIB

Baca Selengkapnya
Penyidik JAM PIDSUS Geledah Hotel L di Nunukan Terkait Penyidikan Perkara Batubara PT CCM
Penyidik JAM PIDSUS Geledah Hotel L di Nunukan Terkait Penyidikan Perkara Batubara PT CCM Kamis, 05 Nov 2026 15:02 WIB

Baca Selengkapnya
Gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi, Jampidsus Ingatkan Capaian Penanganan Perkara dan Penyerapan Anggaran
Gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi, Jampidsus Ingatkan Capaian Penanganan Perkara dan Penyerapan Anggaran Kamis, 05 Nov 2026 14:02 WIB

Baca Selengkapnya
Kejari Seram Bagian Timur Tetapkan 2 Tersangka Perkara Dugaan Pungli dan Gratifikasi Sekolah, Kerugian Diperkirakan Lebih dari Rp1 Miliar
Kejari Seram Bagian Timur Tetapkan 2 Tersangka Perkara Dugaan Pungli dan Gratifikasi Sekolah, Kerugian Diperkirakan Lebih dari Rp1 Miliar Kamis, 05 Nov 2026 12:01 WIB

Baca Selengkapnya
Kejagung Periksa Saksi dari Pertamina EP untuk Perkuat Pembuktian Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi
Kejagung Periksa Saksi dari Pertamina EP untuk Perkuat Pembuktian Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi Kamis, 05 Nov 2026 00:01 WIB

Baca Selengkapnya
Tim Penyidik JAM PIDSUS Saksi dari Kemendag Terkait Perkara Komoditas Nikel
Tim Penyidik JAM PIDSUS Saksi dari Kemendag Terkait Perkara Komoditas Nikel Rabu, 04 Nov 2026 23:01 WIB

Baca Selengkapnya
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Auditor Inhutani V Terkait Perkara Perkebunan PT PSMI
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Auditor Inhutani V Terkait Perkara Perkebunan PT PSMI Rabu, 04 Nov 2026 22:01 WIB

Baca Selengkapnya
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM Rabu, 04 Nov 2026 21:01 WIB

Baca Selengkapnya
Selewengkan Dana Desa Buat Judol, Kejari Batang Hari Tetapkan Kades Lopak Aur Sebagai Tersangka Korupsi
Selewengkan Dana Desa Buat Judol, Kejari Batang Hari Tetapkan Kades Lopak Aur Sebagai Tersangka Korupsi Rabu, 04 Nov 2026 13:01 WIB

Baca Selengkapnya
Penyidik Kejati Kalimantan Utara Geledah 5 Lokasi di Jakarta Terkait Penyidikan Perkara Penyaluran Kredit Bank BUMN ke PT SSP
Penyidik Kejati Kalimantan Utara Geledah 5 Lokasi di Jakarta Terkait Penyidikan Perkara Penyaluran Kredit Bank BUMN ke PT SSP Rabu, 04 Nov 2026 09:01 WIB

Baca Selengkapnya
Perkuat Pembuktian, Satu Orang Saksi dari Kementerian ESDM Diperiksa Terkait Perkara Tambang Batu Bara PT CCM
Perkuat Pembuktian, Satu Orang Saksi dari Kementerian ESDM Diperiksa Terkait Perkara Tambang Batu Bara PT CCM Selasa, 03 Nov 2026 20:30 WIB

Baca Selengkapnya
Penyidik JAM PIDSUS Periksa 3 Saksi Terkait Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi
Penyidik JAM PIDSUS Periksa 3 Saksi Terkait Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi Selasa, 03 Nov 2026 18:20 WIB

Baca Selengkapnya
Tegaskan Penetapan Tersangka BB dalam Perkara Pengadaan Bibit Nanas Sesuai Prosedur, Kejati Sulsel Kantongi Bukti Baru
Tegaskan Penetapan Tersangka BB dalam Perkara Pengadaan Bibit Nanas Sesuai Prosedur, Kejati Sulsel Kantongi Bukti Baru Selasa, 03 Nov 2026 13:02 WIB

Baca Selengkapnya
Kejati Banten Kembali Tahan 1 Orang Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan BUMD PT ABM
Kejati Banten Kembali Tahan 1 Orang Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan BUMD PT ABM Selasa, 03 Nov 2026 09:01 WIB

Baca Selengkapnya
Kejagung Serahkan 3 Tersangka dan Barang Bukti Perkara Tambang Mineral Bukan Logam PT PMM ke Penuntut Umum Kejari Pangkalpinang
Kejagung Serahkan 3 Tersangka dan Barang Bukti Perkara Tambang Mineral Bukan Logam PT PMM ke Penuntut Umum Kejari Pangkalpinang Senin, 02 Nov 2026 20:06 WIB

Baca Selengkapnya
Kejari Kota Pasuruan Tetapkan 2 Mantan Pejabat KONI Daerah Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah
Kejari Kota Pasuruan Tetapkan 2 Mantan Pejabat KONI Daerah Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Senin, 02 Nov 2026 17:01 WIB

Baca Selengkapnya
Kejari Pandeglang Eksekusi Penyitaan Aset Rp7,5 Miliar Milik Terpidana Perkara Korupsi Kredit Fiktif
Kejari Pandeglang Eksekusi Penyitaan Aset Rp7,5 Miliar Milik Terpidana Perkara Korupsi Kredit Fiktif Senin, 02 Nov 2026 15:01 WIB

Baca Selengkapnya
Selewengkan Dana Rp5 Miliar, Kejari Sampang Tetapkan Mantan Bendahara Pengeluaran RSUD dr. Mohammad Zyn Sebagai Tersangka Perkara Korupsi
Selewengkan Dana Rp5 Miliar, Kejari Sampang Tetapkan Mantan Bendahara Pengeluaran RSUD dr. Mohammad Zyn Sebagai Tersangka Perkara Korupsi Minggu, 01 Nov 2026 13:01 WIB

Baca Selengkapnya
Kejati Gorontalo Tahan Pejabat Gubernur Inisial HHN dalam Perkara Dugaan Korupsi Command Center Tahun 2022
Kejati Gorontalo Tahan Pejabat Gubernur Inisial HHN dalam Perkara Dugaan Korupsi Command Center Tahun 2022 Sabtu, 31 Okt 2026 12:30 WIB

Baca Selengkapnya
Kejagung Kembali Periksa Seorang Saksi dari Foster Oil & Energy Terkait Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi
Kejagung Kembali Periksa Seorang Saksi dari Foster Oil & Energy Terkait Perkara KSO PT Pertamina Perseroda Bekasi Jumat, 30 Okt 2026 18:30 WIB

Baca Selengkapnya
Kejagung Geledah Kantor IPPS Terkait Penyidikan Perkara Transfer Pricing PT TPL, Segel Pintu Menuju Ruang Tersembunyi
Kejagung Geledah Kantor IPPS Terkait Penyidikan Perkara Transfer Pricing PT TPL, Segel Pintu Menuju Ruang Tersembunyi Jumat, 30 Okt 2026 17:17 WIB

Baca Selengkapnya
Kejati Banten Tetapkan 3 Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan BUMD PT ABM, Satu Orang Ditahan
Kejati Banten Tetapkan 3 Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan BUMD PT ABM, Satu Orang Ditahan Jumat, 30 Okt 2026 09:01 WIB

Baca Selengkapnya