STORY KEJAKSAAN - Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menyambut kedatangan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad beserta rombongan di Halmahera Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026 sekitar pukul 01.05 WITA.
Kunjungan rombongan Jamintel selama dua hari hingga 19 Juni 2026 tersebut dalam rangka dalam rangka menghadiri kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa (JAGA DESA) dalam Mendukung Program Prioritas Nasional (Jaga Dapur MBG dan Jaga Indonesia Pintar) serta Pengukuhan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan di wilayah hukum Kejati Maluku Utara.
Mengutip keterangan resmi di situs resmi Kejati Maluku Utara, Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional dalam rangka memperkuat pengawasan pembangunan desa, pengamanan program prioritas pemerintah, serta peningkatan kapasitas kelembagaan desa di Maluku Utara.
Setibanya di lokasi kegiatan, rombongan disambut Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara, jajaran Kejati Maluku Utara, pemerintah kabupaten, serta para tokoh masyarakat yang turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh masyarakat ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap pelaksanaan program prioritas nasional dan penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof.Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H. dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran intelijen kejaksaan dalam membangun sistem pencegahan terhadap potensi penyimpangan penggunaan dana desa, meningkatkan kesadaran hukum aparatur desa, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga keberhasilan program pembangunan nasional.
Pada sesi berikutnya, Raffi Ahmad menyampaikan pesan terkait penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program-program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas pendidikan.
Setelah penyampaian materi dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional se-Provinsi Maluku Utara sebagai langkah memperkuat fungsi pengawasan dan representasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pengukuhan tersebut diharapkan mampu meningkatkan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mendukung tata kelola desa yang partisipatif dan akuntabel.
Kegiatan diakhiri dengan dialog interaktif antara peserta, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, dan jajaran kejaksaan terkait berbagai tantangan pelaksanaan program prioritas nasional di tingkat desa. Forum tersebut menjadi sarana konsolidasi, penyampaian aspirasi, serta identifikasi potensi permasalahan yang memerlukan perhatian bersama guna memastikan keberhasilan program pembangunan di wilayah Maluku Utara
Melalui kegiatan ini, jajaran kejaksaan memberikan penguatan pemahaman hukum kepada aparatur desa agar mampu mengelola anggaran dan melaksanakan program pembangunan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, program JAGA DESA juga berfungsi sebagai instrumen deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan kewenangan, tindak pidana korupsi, serta berbagai permasalahan hukum yang dapat menghambat pelaksanaan pembangunan desa dan pelayanan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan konsolidasi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa, mendukung keberhasilan program prioritas nasional, serta mendorong terciptanya pembangunan desa yang berintegritas, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara.
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id