Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang resmi menahan HS (35), mantan bendahara sekaligus operator Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Desa Kranggan, Kecamatan Tersono. Ia diduga menggelapkan dana desa tahun anggaran 2024 sebesar Rp354 juta.
Kepala Kejari Batang, Epi Paulin Numberi, menyebut HS menyalahgunakan akses sistem keuangan yang seharusnya hanya dikelola oleh sekretaris desa untuk mentransfer dana ke rekening pribadinya.
jelas Epi, Rabu 11 Juni 2025.
Mirisnya, hasil pemeriksaan mengungkap uang tersebut digunakan untuk melunasi utang pinjaman online dan bersenang-senang di tempat karaoke di Semarang.
HS dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 dan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Untuk keperluan penyidikan, ia ditahan selama 20 hari di Lapas Kelas IIB Batang.
Layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta pegawai di bidang teknis yang sedang menangani hal-hal mendesak tetap menjalanakn WFO
Baca Selengkapnya
Pembangunan Jalan Tol Ruas Medan – Binjai Seksi I, II dan III Sepanjang 25,441 Kilometer menghabiskan anggaran Rp1,17 triliun
Baca Selengkapnya
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id