STORY KEJAKSAAN – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum mengawali tugas pada jabatan barunya dengan mengatakan tatap muka bersalam seluruh pegawai Badiklat kejaksaan RI yang berlangsung di Aula Sasana Adhika Karyya Badiklat Kejaksaan RI, Senin, 27 Juli 2026.
Dalam pertemuan yang turut didampingi Sekretaris Badiklat Kejaksaan RI, Dr. Yulianto itu, Kaban Diklat menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, untuk memimpin Badiklat Kejaksaan RI menggantikan Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, yang kini dipercaya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).
ujar Harli Siregar yang pernah menjabat Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) itu.
Ditegaskan Kaban Diklat bahwa Badiklat bukan sekadar unit kerja, melainkan telah menjadi rumah kedua bagi insan Adhyaksa yang mengabdikan diri dalam pembinaan sumber daya manusia Kejaksaan.
Berbagai capaian yang telah diraih Badiklat selama ini merupakan hasil kerja keras seluruh pegawai dan pejabat yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi.
"Saya memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan terdahulu dan seluruh pegawai yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Apa yang sudah baik harus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan demi kemajuan Badiklat Kejaksaan RI," katanya.
Dalam arahannya, Kaban Diklat menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang terbuka, komunikatif, dan saling menghargai. Ia menginginkan setiap pegawai tidak ragu menyampaikan gagasan, kritik, maupun masukan demi kemajuan organisasi.
"Saya ingin membangun komunikasi yang terbuka. Jangan ada sekat antara pimpinan dan pegawai. Saya bukan hanya hadir sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Badiklat. Kritik dan masukan adalah bagian dari proses untuk terus memperbaiki diri," tegas Kabadiklat yang meyakini keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh seorang pemimpin semata, melainkan oleh kekompakan seluruh unsur yang ada di dalamnya.
Budaya dialog, lanjutnya, menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi Badiklat menuju lembaga pendidikan dan pelatihan yang semakin modern sebagaimana arah kebijakan Jaksa Agung.
Bandiklat Kejaksaan RI
Dalam kesempatan itu, Kaban Diklat juga sempat memberikan pesan khusus kepada para pegawai muda agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi institusi. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang aparatur bukan semata-mata karena jabatan yang diemban, melainkan dari cara memperlakukan sesama, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk terus belajar dan bertransformasi.
Mengakhiri arahannya, Kaban Diklat membuka ruang dialog dengan seluruh pegawai. Pola komunikasi dua arah diharapkan dapat menjadi budaya kerja di lingkungan Badiklat sehingga setiap ide dan inovasi dapat berkembang demi memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kejaksaan RI.
Arahan itu disampaikan Kabadiklat saat membuka Buka Pelatihan Teknis Penerapan Pembaruan Hukum Pidana berdasarkan KUHP dan KUHAP Baru
Baca Selengkapnya
Arahan itu disampaikan Jampidsus saat membuka JAM PIDSUS Gelar Pelatihan Public Speaking And Leadership Competency Enhancement bagi Jajaran Aspidsus dan Kajari Wilayah Sumatera Bagian Utara
Baca Selengkapnya
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id