STORY KEJAKSAAN - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menggelar kegiatan Kunjungan Kerja (Kerja) ke sejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) pada awal April 2026. Selain memberikan pengarahan serta mendengar masukan dari jajaran di setiap Kejari yang dikunjunginya, Kajati juga menyempatkan diri untuk meninjau proyek pembangunan hunian untuk para pegawai dalam program Zero Indekos.
Kunjungan Kajati Sulsel diawali dari Kejari Luwu pada 1 April 2026 lalu yang meresmikan bangunan mess pegawai yang merupakan wujud sinergi antarlembaga melalui dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.
Bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan, Ery Didik Farkhan serta Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Sulsel, Abdillah, Kajati meninjau mess pegawai yang terdiri dari 6 unit bangunan, setiap bangunan bisa memuat 2 orang pegawai.
Pembangunan fasilitas ini sejalan dengan salah satu program prioritas Kajati Sulsel yang menargetkan agar seluruh jajaran pegawai kejaksaan yang bertugas di Sulsel mendapatkan kelayakan hunian atau tempat tinggal tanpa harus menyewa.
Sehari setelahnya, Kajati Sulsel kembali melanjutkan Kunker dengan mengunjung para pegawai di kantor Kejari Palopo.
Usai memberikan arahan berisi tiga pont peningkatan kinerja dan pelayanan institusi, Kajati melakukan peninjauan pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk pegawai Kejari Palopo.
"Fasilitas seperti Rusunawa ini sangat vital untuk menunjang kinerja pegawai. Dengan adanya tempat tinggal yang layak dan terintegrasi, kita berharap pegawai dapat lebih fokus, disiplin, dan maksimal dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat tanpa harus terbebani pikiran mengenai biaya sewa hunian," tegas Kajati Sulsel di lokasi proyek.
Aspek kesejahteraan pegawai Kejaksaan di wilayah Sulsel juga menjadi salah satu poin yang disampaikan Kajati Sulsel saat mengadakan Kunker ke Kejari Bantaeng pada Selasa, 7 April 2026.
Usai memberikan arahan terkait aspek penegakan hukum dan ajakan kepada para pegawai Kejari Bantaeng untuk mawas diri dan bekerja dengan baik, Kajati Selain menyoroti aspek penegakan hukum, kesejahteraan pegawai turut menjadi perhatian utama. Melalui program "Zero Indekos", Kajati berkomitmen untuk mengupayakan pembangunan fasilitas tempat tinggal bagi aparatur di lingkungan kejaksaan.
"Saya akan mendorong pembangunan mess pegawai di Bantaeng. Diupayakan ke depannya tidak ada lagi pegawai kita yang harus mengontrak atau menyewa tempat tinggal," paparnya.
Masih di hari yang sama, Kajati Sulsel dan rombongan juga sempat melakukan Kunker ke Kejari Bulukumba. Dalam arahannya, Kajati menekankan bahwa fungsi utama Jaksa dan institusi Kejaksaan adalah sebagai pelayan masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang mencari keadilan.
“Jaksa dan Kejaksaan itu adalah pelayan masyarakat. Jangan sekali-kali mendzolimi orang dan memaksa untuk melakukan atau memberikan sesuatu. Hindari segala bentuk perbuatan tercela yang bisa merugikan institusi, diri pribadi, keluarga, maupun negara," tegas Dr. Didik Farkhan Alisyahdi seraya meminta Kejari Bulukumba untuk memperhatikan kesejahteraan internal jajaran Adhyaksa dengan mengupayakan kehadiran fasilitas tempat tinggal atau mess yang layak bagi para pegawai.
Terakhir, Kunker Kajati Sulsel dilanjutkan ke Kejari Barru pada Rabu, 8 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pengawasan melekat sekaligus momen silaturahmi perdana Kajati dengan jajaran Kejari Barru setelah lebih dari lima bulan bertugas di Sulawesi Selatan.
Kedatangan Kajati Sulsel beserta rombongan disambut Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Ir. Abustan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajati) Barru Erik Yudistira, dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Barru.
Agenda utama kunker ini diawali dengan peresmian Mess Pegawai Kejari Barru. Kajari Barru, Erik Yudistira, memaparkan bahwa asrama tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Barru Tahun Anggaran 2025.
"Bangunan ini memiliki 16 kamar yang sejalan dengan program Zero Indekos gagasan Bapak Kajati Sulsel. Saat ini kebutuhan hunian seluruh pegawai Kejari Barru telah terpenuhi. Kami juga menerima bantuan CSR dari Bank Sulselbar berupa kelengkapan tempat tidur dan gorden. Kehadiran asrama ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai serta kualitas pelayanan hukum," jelas Erik Yudistira.
Di tempat yang sama, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang turut memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Barru, menjelaskan bahwa total anggaran untuk hibah pembangunan mess pegawai ini mencapai Rp 2,5 miliar.
"Pembangunan ini demi mendukung kinerja Kejari Barru agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Kami berharap koordinasi dan kerja sama antara Pemda dan Kejari terus berjalan lancar, termasuk fungsi pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) agar kami tidak salah langkah dalam membangun daerah," tutur Bupati Barru.
Selain di Kejari Baru, Kajati Sulsel juga sempat menerima laporan tentang realisasi program Zero Indekos yang telah direalisasikan di wilayah Maros.
Kajari Maros, Febryan melaporkan bahwa pembangunan tahap kedua Mess Adhyaksa yang menyediakan total 12 kamar telah rampung. Pada saat yang sama, Kajari juga mengungkapkan penyelesaian pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Camba yang merupakan hasil hibah dari pemerintah daerah setempat telah rampung pada Januari 2026.
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id