

"Penetapan tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup diperoleh Jaksa penyidik,"
ujar Dwi dalam keterangannya.
Adapun barang bukti dalam kasus gratifikasi yang menjerat SL yaitu dua unit mobil mewah, satu unit BMW dan Mitsubishi Pajero yang diberikan pengusaha kepada tersangka.
"Kami akan terus kembangkan kasus ini. Termasuk ada tidaknya tersangka lain," imbuhnya.
Setelah SL dijadikan tersangka, pada hari yang sama jaksa langsung melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.
ujar Dwi.
SL disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau kedua Pasal 12 huruf e atau ketiga 12 huruf b atau keempat Pasal 5 ayat 2 junto Pasal 5 ayat 1 huruf a.
Kemudian atau kelima Pasal 5 ayat 2 junto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau keenam pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001. Dengan ancaman pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun.
JAM-Intel mendorong semua Kejaksaan di seluruh Indonesia melakukan MoU serupa di wilayah hukumnya masing-masing
Baca SelengkapnyaWakil Jaksa Agung dan Seskemenkop menggelar pertemuan membahas tindak lanjut MoU program Koperasi Desa Merah Putih
Baca SelengkapnyaInstall Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id