STORY KEJAKSAAN - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Rudi Margono menerima penghargaan Santri Adhyaksa Inspiratif dalam ajang Santri of The Year 2026 yang diselenggarakan di Graha Jalapuspita, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Oktober 2026. Penghargaan Santri of The Year 2026 diberikan oleh Islam Nusantara Center (INC) bersama Majelis Pesona, dengan dukungan DPR RI.
Rudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa INC memiliki peran penting dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Pertemuan yang digelar kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan mendorong lahirnya pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi menceritakan pengalamannya sebagai insan Adhyaksa yang menjalankan peran pendampingan hukum kepada anak-anak sebuah yayasan yatim piatu dalam mengurus legalitas dan dokumen kependudukan. Pendampingan dilakukan salah satunya bertujuan untuk menyediakan Akta Kelahiran dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi anakk-anak yatim piatu sesuai ketentuan yang berlaku.
Dokumen kependudukan memiliki arti penting karena berkaitan dengan pengakuan identitas dan akses terhadap berbagai layanan.
“Upaya pendampingan tersebut kini telah diikuti di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan pentingnya memperluas praktik pengabdian agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh bantuan dalam memenuhi hak-hak administratifnya,” ujar Rudi dikutip Story Kejaksaan dari laman rctiplus.com.
Lewat penghargaan Santri Dhyaksa Inspiratif yang diterimanya, Rudi menegaskan profesi di bidang hukum dapat menjadi jalan pengabdian, bukan hanya melalui pelaksanaan tugas institusional, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kepada para santri yang hadir dalam kegiatan tersebut, Rudi juga berpesan agar senantiasa menjaga kedekatan dengan Tuhan di tengah pergaulan dan kiprah mereka di berbagai bidang kehidupan.
“Saya berharap kepada para santri, kita boleh dekat dengan siapa pun, tetapi harus lebih dekat dengan Tuhan,” pesannya.
Rudi Margono merupakan jaksa karier senior di Kejagung. Rudi lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 6 Desember 1969, dan menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Brawijaya, Malang. Rudi meraih gelar Magister Humaniora dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, serta gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Brawijaya.
Pada November 2025, Rudi dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan (Professor Honoris Causa) dalam bidang ilmu hukum pidana di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang. Orasi ilmiahnya mengangkat urgensi perampasan aset terpidana untuk pemulihan hak korban melalui restitusi.
Rudi saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). Pada 11 Juli 2026, Rudi sempat ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas bidang tersebut hingga ditetapkannya pejabat definitif. Pengalaman panjangnya di bidang hukum menjadi latar belakang kiprahnya dalam penegakan hukum dan pengawasan di lingkungan Kejaksaan.
Sementara itu Direktur INC, Dr. M. Aly Taufiq, dalam sambutanya menyampaikan santri dan pesantren merupakan bagian autentik dari sistem pendidikan Indonesia. Perjalanan pesantren telah menunjukkan bahwa pendidikan santri tidak hanya membekali peserta didik dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu mengambil peran di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menguti laman Instagram resmi inc.tv_compass, Aly Taufiq juga menyinggung perubahan ruang pengabdian santri dari masa ke masa. Jika dahulu santri menghadapi keterbatasan untuk memasuki sejumlah bidang profesi, termasuk menjadi aparatur sipil negara (ASN), kini mereka telah berkiprah di berbagai sektor nasional
Melihat ke belakang, Aly Taufiq mengingatkan peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Semangat perjuangan santri menjadi bagian penting dari perlawanan rakyat Indonesia terhadap pasukan Sekutu setelah Perang Dunia II.
Atas dasar itu, Santri of The Year hadir sebagai salah satu bentuk pengakuan terhadap kiprah santri dan pesantren. Pada penyelenggaraan tahun ini, penghargaan diberikan kepada 20 tokoh dan lembaga pesantren dalam berbagai kategori.
Kategori penghargaan Santri of The Year 2026 terdiri atas: Santri Inspiratif Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspiratif Bidang Dakwah, Santri Inspiratif Bidang Pendidikan, Santri Inspiratif Bidang Wirausaha/Entrepreneur, Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Nasional, Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi, Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota, Santri Legislator Inspiratif, Santri Milenial Inspiratif, Santri Bhayangkara Inspiratif, Santri Nayaka Inspiratif, Santri Penggerak Perempuan Inspiratif, Santri Dhyaksa Inspiratif, Santri Diplomat Inspiratif, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Entrepreneur Inspiratif, Pesantren Takhasus Inspiratif, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Pahlawan Santri.
"Memang saya wajah sangar, tapi saya halus," kata Jaksa Agung.
Baca Selengkapnya
Opini dari Guru Besar Ilmu Hukum, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H
Baca Selengkapnya
Pelantikan ini menandai pentingnya regenerasi dan penyegaran dalam struktur organisasi untuk mendukung pencapaian tujuan.
Baca Selengkapnya
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id