STORY KEJAKSAAN - Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme jaksa. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi pameran buku dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) di M Bloc Space, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Tak hanya memberikan sambutan, Jaksa Agung menyampaikan bahwa dirinya turut berkontribusi dalam pameran tersebut dengan sejumlah karya tulis.
“Di sini juga ada tulisan saya, kurang lebih sembilan tulisan. Saya harapkan ini bisa menjadi referensi, terutama bagaimana menjadi jaksa yang amanah,” ujar Jaksa Agung mengutip laporan dari laman Badiklat Kejaksaan.
Kegiatan Persaja Literasi Space menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan insan Adhyaksa. Acara ini sekaligus menandai peluncuran komunitas “Adhyaksa Readers” dan “Persaja Literacy Space”.
Menurut Jaksa Agung, aktivitas membaca bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi setiap jaksa. Bekal literasi yang kuat, lanjutnya, akan menentukan kesiapan jaksa dalam menghadapi persidangan.
“Saya minta, membaca buku itu wajib. Jangan sampai jaksa masuk ke persidangan tanpa kesiapan dan akhirnya kalah oleh argumentasi. Kita harus terus mengisi diri dengan pengetahuan, termasuk dari pengalaman orang lain yang tertuang dalam buku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jaksa Agung juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fakta literasi di Indonesia, di mana survei Perpustakaan Nasional menunjukkan penurunan kebiasaan membaca rutin pada anak muda dari 54% di tahun 2015 menjadi 37%.
Kondisi ini diperkuat dengan data UNESCO tahun 2024 yang merilis bahwa minat literasi di Indonesia hanya sebesar 0,001%, yang berarti hanya satu dari seribu orang yang rajin membaca.
“Oleh karena itu, kehadiran PERSAJA Literacy Space diharapkan mampu mengubah paradigma dan membangun kembali kapasitas intelektual Jaksa guna memperkuat kepercayaan publik,” imbuh Jaksa Agung.
Pada hari pertama Persaja Literacy Space, rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif, mulai dari talkshow teknik menulis buku bersama para ahli, diskusi bersama tokoh hukum dan penulis, hingga pembahasan isu aktual terkait tantangan penanganan perkara di era KUHP dan KUHAP baru.
Pengunjung juga disuguhkan pameran buku karya para jaksa serta pertunjukan musik akustik yang menambah semarak suasana.
Dalam momentum HUT ke-75 PERSAJA, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk melakukan refleksi diri, sekaligus memperkuat integritas dan semangat pengabdian. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan membutuhkan sosok jaksa muda yang berprestasi dan berintegritas tinggi.
“Ke depan, tidak ada lagi soal senioritas. Siapa yang berprestasi, silakan tampil. Saya butuh jaksa yang muda, berprestasi, dan berintegritas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PERSAJA, Prof. Asep N Mulyana yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan rencana pengembangan literasi, termasuk inisiatif pembentukan fasilitas percetakan Adhyaksa guna mendukung produktivitas karya tulis para jaksa.
Turut hadir dalam kegiatan itu, para Jaksa Agung Muda, Kabadiklat Kejaksaan, Kaba Pemulihan Aset Kejaksaan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno dan seluruh tamu undangan.
Melalui pameran buku ini, PERSAJA diharapkan mampu menjadi motor penggerak budaya baca dan tulis di lingkungan Kejaksaan, sekaligus memperkuat kapasitas intelektual aparatur penegak hukum dalam menjawab tantangan zaman.
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id