STORY KEJAKSAAN - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) melaporkan sejumlah capaian yang telah diraih institusi Adhyaksa sepanjang periode Januari hingga Juni 2026 atau Semester I-2026 pada Peringatan Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan RI ke-81 yang berlangsung di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Upacara Peringatan Harlah ke-81 Kejaksaan RI dipimpin Jaksa Agung Ri, ST Burhanuddin yang dihadiri seluruh jajaran pejabat utama Kejagung RI, Ketua Komisi Kejaksaan RI, serta seluruh jajaran pegawai Kejaksaan. Pada hari yang sama, upacara juga digelar seluruh Satuan Kerja (Satker) Kejaksaan RI di seluruh Indonesia.
Pada Upacara Peringatan Harlah ke-81 Kejaksaan RI yang mengusung tema Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis, Jaksa Agung RI dalam amanatnya meminta seluruh jajaran Adhyaksa untuk memanfaatkan peringatan Harlah Kejaksaan menjadi momentum refleksi sekaligus titik balik untuk memperkuat integritas, memulihkan kepercayaan masyarakat, dan mengembalikan marwah institusi.
Kejaksaan Agung
Jaksa Agung juga menekankan pentingnya soliditas dan solidaritas seluruh jajaran. Kejaksaan harus menjadi satu kesatuan yang utuh, een en ondeelbaar, dengan mengesampingkan ego pribadi maupun kelompok.
Kepada seluruh jajaran, Jaksa Agung mengingatkan bahwa setiap Insan Adhyaksa merupakan cermin institusi sehingga sikap, tutur kata, dan perilaku masing-masing pegawai menentukan marwah Kejaksaan di mata masyarakat sehingga integritas harus selalu dijaga dan dijunjung tinggi.
Jaksa Agung juga mengingatkan seluruh jajaran untuk hidup sederhana dan tidak menyalahgunakan nama maupun kewenangan institusi.
“Jangan pernah meminta atau menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi, karena hal sekecil apa pun dapat menggadaikan martabat Kejaksaan yang telah kita jaga bersama,” tegas Jaksa Agung yang juga mengeluarkan 7 Perintah Harian yang harus diperhatikan seluruh jajaran Adhyaksa.
Momentum Harlah Ke-81 juga menjadi refleksi atas kinerja Kejaksaan selama Semester I 2026.
Pada Bidang Pembinaan, Kejaksaan melaporkan institusinya telah memenuhi 19 Indikator Kinerja Utama dengan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 91,05 atau predikat AA. Sementara jajaran Bidang Intelijen telah melaksanakan 1.307 kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis serta 1.321 kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum.
Pada Bidang Tindak Pidana Umum, Kejaksaan menerima 96.585 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), melimpahkan 68.871 perkara ke pengadilan, dan mengeksekusi 62.249 terpidana. Sebanyak 9.470 perkara diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif, disertai penerapan instrumen hukum pidana baru antara lain plea bargain, DPA, pidana pengawasan, dan pidana kerja sosial.
Pada Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan melaporkan terdapat 468 penyelidikan, 306 penyidikan, 322 pra-penuntutan/penuntutan, dan 332 eksekusi, termasuk penanganan sejumlah perkara strategis yang menjadi perhatian masyarakat.
Jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan RI juga melaporkan keberhasilannya melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp9,346 triliun dan pemulihan keuangan negara sebesar Rp6,455 triliun.
Sementara pada Bidang Pengawasan, sebanyak 376 laporan pengaduan masyarakat ditangani dengan tingkat penyelesaian 96,3%. Sebagai bentuk penegakan integritas internal, 69 pegawai dijatuhi hukuman disiplin, termasuk 33 pegawai yang dikenai hukuman berat. Kepatuhan LHKPN tercatat mencapai 96,11%.
Pada bidang peningkatan kapasitas SDM, Badiklat Kejaksaan RI berhasil meluluskan 502 peserta PPPJ Angkatan LXXXIII dengan tingkat kelulusan 99,40%, serta melaksanakan pelatihan penerapan pembaruan KUHP dan KUHAP.
Adapun Badan Pemulihan Aset (BPA) mencatat tingkat keberhasilan perampasan aset sebesar 100% dan tingkat keberhasilan pemulihan aset sebesar 83,71% pada Semester I 2026.
Jaksa Agung menegaskan seluruh capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran berpuas diri. Kepercayaan publik harus terus dijaga dan dijawab melalui kerja nyata, integritas, profesionalitas, serta penegakan hukum yang menghadirkan keadilan dan manfaat bagi masyarakat.
“Kita adalah ujung tombak penegakan hukum dan kita jugalah pengawal kedaulatan hukum. Dirgahayu Kejaksaan Republik Indonesia! Terus bergerak, teguh dalam integritas, adil dalam penegakan hukum, dan setia mengabdi untuk negeri,” pungkas Jaksa Agung.
Install Story Kejaksaan
story.kejaksaan.go.id